Ciri-Ciri Pertanyaan yang Baik untuk Wawancara

Pendahuluan

Apakah Anda sering merasa kesulitan saat mengajukan pertanyaan dalam sebuah wawancara? Atau mungkin Anda ingin meningkatkan keterampilan wawancara Anda? Artikel ini akan membahas ciri-ciri pertanyaan yang baik untuk wawancara. Mengetahui ciri-ciri ini akan membantu Anda dalam merencanakan dan mengajukan pertanyaan yang efektif untuk memperoleh informasi yang relevan dan menarik.

1. Pertanyaan yang Spesifik dan Berfokus πŸ”Ž

Pertanyaan yang baik untuk wawancara haruslah spesifik dan berfokus pada topik yang dibahas. Hal ini akan membantu pewawancara dan narasumber dalam mengarahkan pembicaraan ke arah yang diinginkan dan mencapai tujuan wawancara.

2. Pertanyaan Terbuka 😊

Pertanyaan yang terbuka memberi keleluasaan bagi narasumber untuk menjelaskan pendapat atau pengalamannya tanpa batasan. Ini dapat membuka peluang untuk menggali informasi yang lebih dalam dan menarik.

3. Pertanyaan yang Tidak Memihak πŸ™„

Penting bagi seorang pewawancara untuk menjaga netralitas dan tidak memihak saat mengajukan pertanyaan. Ini akan memberikan kesempatan pada narasumber untuk memberikan jawaban yang jujur dan tidak merasa terintimidasi.

4. Pertanyaan yang Menggali Informasi Baru πŸ“š

Pertanyaan yang baik untuk wawancara haruslah mampu menggali informasi baru dari narasumber. Pertanyaan ini dapat mendorong narasumber untuk berpikir lebih dalam dan mengungkapkan pandangan atau pengalaman yang belum pernah dibagikan sebelumnya.

5. Pertanyaan yang Mengarah pada Refleksi πŸ’»

Saat mengajukan pertanyaan, penting untuk mengarahkan narasumber untuk merenung dan merespons dengan refleksi. Pertanyaan semacam ini dapat membuat wawancara menjadi lebih mendalam dan bermakna bagi narasumber dan pembaca atau pendengar.

6. Pertanyaan Berdasarkan Pengetahuan Awal πŸ“–

Sebelum mengajukan pertanyaan, ada baiknya melakukan penelitian awal mengenai narasumber dan topik yang akan dibahas. Hal ini dapat membantu Anda untuk merumuskan pertanyaan yang berkaitan dan menunjukkan minat yang sebenarnya pada narasumber.

7. Pertanyaan yang Menghidupkan Diskusi πŸ’¬

Pertanyaan yang baik mampu memancing diskusi antara narasumber dan pewawancara. Diskusi yang terjadi akan membangun interaksi yang lebih baik dan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi kedua belah pihak.

Kelebihan dan Kekurangan Ciri-Ciri Pertanyaan yang Baik untuk Wawancara

Kelebihan Ciri-Ciri Pertanyaan yang Baik untuk Wawancara πŸ‘

1. Memperoleh Informasi yang Mendalam : Pertanyaan yang baik dapat membantu Anda memperoleh informasi yang lebih mendalam dan bermakna dari narasumber.

2. Membantu Membangun Hubungan : Dengan mengajukan pertanyaan yang baik, Anda dapat membangun hubungan yang baik dengan narasumber dan menciptakan interaksi yang lebih akrab.

3. Mendapatkan Jawaban Jujur : Pertanyaan yang tidak memihak dan netral dapat membantu narasumber merasa lebih nyaman dan memberikan jawaban yang jujur.

4. Memancing Diskusi yang Menarik : Pertanyaan yang menghidupkan diskusi akan membuat wawancara menjadi lebih menarik dan informatif.

5. Menunjukkan Minat yang Sebenarnya : Dengan melakukan penelitian awal dan merumuskan pertanyaan yang relevan, Anda dapat menunjukkan minat yang sebenarnya pada narasumber dan topik yang dibahas.

6. Mengungkapkan Informasi Baru : Pertanyaan yang menggali informasi baru dapat membuka kesempatan bagi narasumber untuk berbagi pandangan atau pengalaman yang belum pernah dibagikan sebelumnya.

7. Mendorong Refleksi : Pertanyaan yang mengarah pada refleksi dapat mendorong narasumber untuk berpikir lebih dalam dan menyampaikan jawaban yang lebih bermakna.

Kekurangan Ciri-Ciri Pertanyaan yang Baik untuk Wawancara πŸ‘Ž

1. Membutuhkan Persiapan Lebih Mendalam : Untuk mengajukan pertanyaan yang baik, Anda perlu melakukan persiapan yang lebih mendalam tentang narasumber dan topik yang akan dibahas.

2. Membutuhkan Waktu Lebih Lama : Pertanyaan yang baik seringkali membutuhkan waktu yang lebih lama untuk diajukan dan dijawab, karena memicu diskusi yang lebih mendalam.

3. Membutuhkan Keterampilan Komunikasi yang Baik : Untuk mengajukan pertanyaan yang baik, Anda perlu memiliki keterampilan komunikasi yang baik agar narasumber merasa nyaman dan terbuka untuk berbagi.

4. Memerlukan Evaluasi yang Lebih Mendalam : Pertanyaan yang baik seringkali membutuhkan evaluasi yang lebih mendalam untuk mencari makna di balik jawaban yang diberikan.

5. Tidak Menjamin Jawaban yang Memuaskan : Meskipun Anda telah merumuskan pertanyaan yang baik, tetap ada kemungkinan narasumber tidak memberikan jawaban yang memuaskan atau mengejutkan Anda dengan tanggapannya.

6. Terkadang Memicu Ketidaknyamanan : Pertanyaan yang terlalu pribadi atau sensitif dapat memicu ketidaknyamanan pada narasumber, sehingga mengganggu aliran wawancara.

7. Tidak Menjamin Kepentingan Pihak Lain : Terkadang, pertanyaan yang baik dapat memenuhi kepentingan pewawancara, namun tidak mempertimbangkan kepentingan narasumber atau audiens.

Ciri-Ciri Pertanyaan yang Baik untuk Wawancara Kelebihan Kekurangan
Pertanyaan yang Spesifik dan Berfokus Memperoleh Informasi yang Mendalam Membutuhkan Persiapan Lebih Mendalam
Pertanyaan Terbuka Membantu Membangun Hubungan Membutuhkan Waktu Lebih Lama
Pertanyaan yang Tidak Memihak Mendapatkan Jawaban Jujur Membutuhkan Keterampilan Komunikasi yang Baik
Pertanyaan yang Menggali Informasi Baru Memancing Diskusi yang Menarik Memerlukan Evaluasi yang Lebih Mendalam
Pertanyaan yang Mengarah pada Refleksi Menunjukkan Minat yang Sebenarnya Tidak Menjamin Jawaban yang Memuaskan
Pertanyaan Berdasarkan Pengetahuan Awal Mengungkapkan Informasi Baru Memicu Ketidaknyamanan
Pertanyaan yang Menghidupkan Diskusi Mendorong Refleksi Tidak Menjamin Kepentingan Pihak Lain

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa contoh pertanyaan yang spesifik untuk wawancara?

Contoh pertanyaan yang spesifik untuk wawancara adalah β€œBagaimana Anda mengatasi tantangan dalam proyek terakhir Anda?”

2. Mengapa penting menggunakan pertanyaan terbuka dalam wawancara?

Pertanyaan terbuka memberi kesempatan narasumber untuk menjelaskan lebih lanjut dan memberikan informasi yang lebih detail.

3. Apa dampak pertanyaan yang tidak memihak dalam wawancara?

Pertanyaan yang tidak memihak dapat membuat narasumber merasa nyaman dan memberikan jawaban yang jujur serta objektif.

4. Bagaimana cara mengajukan pertanyaan yang menggali informasi baru?

Ajukan pertanyaan yang berdasarkan pengetahuan awal Anda, dan tambahkan elemen kejutan untuk mendorong narasumber berbagi informasi yang belum pernah dibagikan sebelumnya.

5. Apa manfaat mengajukan pertanyaan yang mengarah pada refleksi?

Pertanyaan yang mengarah pada refleksi dapat membuat wawancara menjadi lebih dalam dan memperoleh jawaban yang bermakna dari narasumber.

6. Bagaimana cara mempersiapkan pertanyaan berdasarkan pengetahuan awal?

Lakukan penelitian tentang narasumber dan topik yang akan dibahas sebelum mengajukan pertanyaan. Hal ini akan membantu Anda merumuskan pertanyaan yang relevan.

7. Mengapa penting memancing diskusi dalam wawancara?

Diskusi yang terjadi dalam wawancara dapat menciptakan interaksi yang lebih baik dan membantu menggali informasi yang lebih mendalam.

8. Apa kelemahan dari pertanyaan yang memerlukan evaluasi yang lebih mendalam?

Pertanyaan semacam ini membutuhkan waktu dan energi lebih untuk menganalisis jawaban dan mencari makna di baliknya.

9. Bagaimana cara mengajukan pertanyaan yang tidak memicu ketidaknyamanan pada narasumber?

Hindari pertanyaan yang terlalu pribadi atau sensitif, dan berikan ruang bagi narasumber untuk menolak menjawab pertanyaan jika merasa tidak nyaman.

10. Apa yang harus dilakukan jika narasumber tidak memberikan jawaban yang memuaskan?

Tetaplah terbuka dan gunakan pertanyaan lanjutan untuk memperjelas atau menggali lebih dalam topik yang dibahas.

11. Bagaimana cara menjaga kepentingan semua pihak dalam pertanyaan yang diajukan?

Sebelum mengajukan pertanyaan, pertimbangkan perspektif semua pihak yang terlibat dan usahakan untuk menjaga keseimbangan dalam pertanyaan yang diajukan.

12. Apa yang harus dilakukan untuk membangun hubungan yang baik dengan narasumber?

Tunjukkan ketertarikan sejati pada narasumber dan berikan perhatian penuh saat mendengarkan jawaban yang diberikan.

13. Bagaimana cara mendorong narasumber untuk merenung saat menjawab pertanyaan?

Ajukan pertanyaan dengan mengarahkan narasumber untuk merefleksikan pengalaman atau pandangannya sebelum memberikan jawaban yang lebih mendalam.

Kesimpulan

Dalam wawancara, pertanyaan yang baik sangat penting untuk memperoleh informasi yang relevan dan menarik. Pertanyaan spesifik dan berfokus membantu mengarahkan pembicaraan, sementara pertanyaan terbuka memberi keleluasaan pada narasumber untuk menjelaskan pendapat atau pengalamannya. Penting untuk menjaga netralitas dan tidak memihak saat mengajukan pertanyaan, serta menggali informasi baru dari narasumber.

Pertanyaan yang mengarah pada refleksi dan berdasarkan pengetahuan awal Anda dapat membuat wawancara menjadi lebih mendalam dan menarik. Diskusi yang terjadi dapat memancing interaksi yang baik antara narasumber dan pewawancara. Pertanyaan yang baik juga dapat membantu membangun hubungan yang baik dengan narasumber dan menunjukkan minat yang sebenarnya pada topik yang dibahas.

Meskipun pertanyaan yang baik memiliki kelebihan, tetap ada kekurangan yang perlu diperhatikan. Pertanyaan yang baik membutuhkan persiapan yang lebih mendalam, waktu yang lebih lama, dan keterampilan komunikasi yang baik. Terkadang pertanyaan tidak memuaskan atau memicu ketidaknyamanan pada narasumber. Selain itu, pertanyaan yang baik tidak selalu dapat memenuhi kepentingan semua pihak yang terlibat.

Dalam rangka menggambarkan ciri-ciri pertanyaan yang baik untuk wawancara, tabel berikut merangkum informasi lengkap mengenai ciri-ciri tersebut beserta kelebihan dan kekurangannya.

Disclaimer

Artikel ini disusun sebagai panduan umum untuk membantu pembaca dalam mengajukan pertanyaan

Related video of Ciri-Ciri Pertanyaan yang Baik untuk Wawancara

About Mira Dayana Nasution

Saya adalah seorang content writer di Day Quang Cao, sebuah website yang mengusung semangat feminim. Tulisan-tulisan saya berfokus pada drama hidup dan kesehatan, dengan sentuhan kelembutan dan kebijaksanaan yang khas. Saya berbagi kisah inspiratif, tips kesehatan yang menyejukkan, serta pemikiran yang mendalam untuk para pembaca wanita yang ingin menjalani kehidupan dengan penuh kebahagiaan dan keseimbangan. Bergabunglah dengan saya di Day Quang Cao untuk merayakan keunikan dan kekuatan perempuan dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari.